KAJIAN GEOGRAFI BUDAYA TRADISI NYADRAN MASYARAKAT DESA SONOAGENG

  • Pradya Purbhorini Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
  • Suwito Suwito Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
  • Roni Alim Ba’diyah Kusufa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Abstract

Nyadran is a traditional ritual that continues to this day. The Nyadran tradition is generally carried out as a means of expressing gratitude to God for abundant crops. This study aims to determine the activities included in the Nyadran ritual, especially in Sonoageng Village. Furthermore, it also examines the Nyadran ritual from a cultural geography perspective. The research method used in this study is descriptive qualitative. Data collection in this study was conducted through interviews, observation, documentation, and literature review. The results of this study have obtained data that the Nyadran tradition in Sonoageng Village has several series of events, including cleaning graves (besik), praying together at the punden (pillar), a tumpeng (rice cone) procession, and cultural performances. The Nyadran activity has numerous positive impacts and should be preserved and introduced to future generations. This article concludes and emphasizes the importance of maintaining local wisdom as a means of sustainable human interaction with the environment and offers recommendations for future research and policy.

ABSTRAK

Nyadran secara umum merupakan kegiatan turun menurun yang terus dijalankan hingga saat ini. Tradisi Nyadran umumnya dilaksanakan dengan tujuan sebagai sarana mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada pada rangkaian acara ritual Nyadran khususnya di desa Sonoageng. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji ritual Nyadran jika dilihat dari sudut pandang geografi budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini telah didapatkan data bahwa tradisi Nyadran di desa Sonoageng memiliki beberapa rangkaian acara, diantaranya membersihkan makam (besik), doa bersama di punden, arak-arakan tumpeng, dan pertunjukan budaya. Kegiatan Nyadran membawa dampak positif yang sangat banyak dan sudah selayaknya terus dilestarikan dan juga dikenalkan kepada generasi mendatang. Artikel ini menyimpulkan dan juga menekankan bahwa menajaga kearifan lokal sangat penting sebagai wadah interaksi manusia dengan lingkungan yang berkelanjutan serta menawarkan rekomendasi untuk penelitian serta kebijakan di masa mendatang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa Ul Aliyah, T. R. (2022). Nilai-nilai estetika dalam tradisi Nyadran di dusun blambangan, desa gedangan, kecamatan cepogo, kabupaten boyolali. Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS), 3(2), 90–98. https://doi.org/10.62289/ijmus.v3i2.45

Dalam, M., & Geografi, T. (2022). Jl. Mallengkeri Raya, Parang Tambung, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. 20(2), 373–384.

Didik, K. P. (2023). Jurnal mudabbir. 3, 27–35.

Kurniawan, N., Scorviana, N., & Hidayaht, A. N. (2025). Dinamika Transformasi Budaya Suku Baduy Luar dalam Perspektif Geografi Budaya identitas antara keterikatan pada adat dan kebutuhan adaptasi terhadap perubahan di sekitarnya . budaya . Padahal , geografi budaya memiliki potensi besar untuk menjelaskan bagaimana. 1, 1–11.

Prayoga, A. D., & Syifa, A. (2023). Budaya Nyadran sebagai Aktualisasi Rasa Syukur Warga di Prambon Nganjuk. Civic Education and Social Science Journal (Cessj), 5(2), 130–137.

Putri, Jeny Sartika. (2017). Analisis Nilai Spiritual dalam Tradisi Nyadran : Kajian Akulturasi Budaya dan Keyakinan Lokal. https://www.researchgate.net/publication/396450326_Analisis_Nilai_Spiritual_dalam_Tradisi_Nyadran_Kajian_Akulturasi_Budaya_dan_Keyakinan_Lokal#fullTextFileContent

Saputra, Yulian Widya, Edwardus Iwantri Goma, Aisyah Trees Sandy, & Rahmadi. (2023). The Mappalili Tradition as a Form of Maintaining Agricultural Culture in South Sulawesi (Cultural Geography Perspective). Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 7(1), 181–189. https://doi.org/10.36526/santhet.v7i2.2613

Saputri, R. M., Rinenggo, A., Universitas, P., Yogyakarta, N., Darul, U., Islamic, U., & Yogyakarta, U. N. (2021). 2080-6920-1-Pb. 3, 99–111.

Soniatin, Y. (2021). Makna dan fungsi budaya, Nyadran, kearifan lokal, Sawen, Sendangrejo, Ngimbang, Lamongan. Jurnal Humanis, 13(2), 194.

Wicaksana, A., & Rachman, T. (2018). Fungsi Tradisi. Wicaksana, 3(1), 10–27. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf

Widiasih, P., Wesnawa, I. G. A., & Budiarta, I. G. (n.d.). The Research of Megibung Tradition Preservation at Seraya Tengah Village, Karangasem Distric , Karangasem regency ( cutural Geography perspective ) Student of Geography Education Departement. 2021, 3, 139–149.

PlumX Metrics

Published
2026-06-22