PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI MADRASAH ALIYAH
DOI:
https://doi.org/10.18860/dsjpips.v5i2.25365Keywords:
Environmental Care Character, Geography Learning, Value InternalizationAbstract
This study aims to describe the instillation of environmental care character values through Geography learning and to identify the supporting and inhibiting factors at MA Ahmad Yani Jabung Malang, a madrasah located in an industrial area. The research uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with Geography teachers, homeroom teachers, and students, as well as document analysis of teaching modules, schedules, and activity photographs. The findings reveal that the instillation of environmental care character values is carried out through three stages: planning through the development of teaching modules that integrate environmental care values; implementation using lectures, group discussions, presentations, and the habituation of the "LISA" (See Trash, Take It) slogan; and evaluation through AMBAK (What Does It Mean to Me?) reflection and digital poster assignments using Canva. Supporting factors include interactive learning methods and adequate facilities. Inhibiting factors include time constraints of two times thirty minutes per session and fluctuations in student focus. This study recommends strengthening the consistency of habituation and optimizing the supervision of gadget use.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran Geografi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Ahmad Yani Jabung Malang, sebuah madrasah yang berada di kawasan industri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru Geografi, wali kelas, dan siswa, serta analisis dokumen berupa modul ajar, jadwal, dan foto kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter peduli lingkungan dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan melalui penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai peduli lingkungan; pelaksanaan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, presentasi, serta pembiasaan slogan LISA (Lihat Sampah Ambil); dan evaluasi melalui refleksi AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku) serta penugasan poster digital menggunakan Canva. Faktor pendukung meliputi metode pembelajaran interaktif dan sarana prasarana yang memadai. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu dua kali tiga puluh menit per pertemuan dan fluktuasi fokus belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konsistensi pembiasaan dan optimalisasi pengawasan penggunaan gawai.
