PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN LOCAL WISDOM TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DENGAN LINGKUNGAN PESANTREN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
DOI:
https://doi.org/10.18860/dsjpips.v5i2.32416Keywords:
Pedagogical Competence, Local Wisdom, Pesantren Environment, Learning Quality, Social StudiesAbstract
This study aims to analyze the effect of pedagogical competence, local wisdom, and the role of the pesantren environment on the quality of Social Studies learning at MTs Bahrul Ulum Tajinan Malang. The background of this research is based on the low level of student engagement and the suboptimal integration of local wisdom in Social Studies learning. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design and an ex post facto method. The sample consisted of 66 seventh-grade students selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation and analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis. The results show that pedagogical competence has a positive and significant effect on the quality of Social Studies learning, while local wisdom has no significant partial effect. Simultaneously, pedagogical competence and local wisdom significantly affect the quality of Social Studies learning. In addition, the pesantren environment moderates the effect of pedagogical competence on learning quality, but does not moderate the effect of local wisdom. These findings indicate that improving the quality of Social Studies learning is more effectively achieved through strengthening teachers’ pedagogical competence and a conducive pesantren environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik, local wisdom, serta peran lingkungan pesantren terhadap mutu pembelajaran IPS di MTs Bahrul Ulum Tajinan Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya keterlibatan peserta didik serta belum optimalnya integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 66 peserta didik kelas tujuh yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran IPS, sedangkan local wisdom tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kompetensi pedagogik dan local wisdom berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran IPS. Selain itu, lingkungan pesantren terbukti memoderasi pengaruh kompetensi pedagogik terhadap mutu pembelajaran IPS, namun tidak memoderasi pengaruh local wisdom. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran IPS lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi pedagogik guru dan dukungan lingkungan pesantren yang kondusif dalam proses pembelajaran.Downloads
References
Akbar, A. (2021). Pentingnya Kompetensi Pedagogik Guru. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 2(1), 23. https://doi.org/10.32832/jpg.v2i1.4099
Akhmar, A. M., Rahman, F., Supratman, Hasyim, H., & Nawir, M. (2023). The Cultural Transmission of Traditional Ecological Knowledge in Cerekang, South Sulawesi, Indonesia. SAGE Open, 13(4), 1–17. https://doi.org/10.1177/21582440231194160
Dewi, D., & Fandy, A. (2026). Pentingnya kompetensi pedagogi sebagai bekal utama mahasiswa keguruan dalam mewujudkan guru profesional. 4, 11–17.
Dewi, I., Khotimah, H., Nasution, R., Zulpan, Hariyati, T., & Rusli, A. (2023). Teori populasi dan pengambilan sampel. Jurnal Literasiologi, 14(2), 1–9.
Herawan, E. (2017). Pengendalian Mutu Pendidikan: Konsep Dan Aplikasi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 8(1), 43–50. https://doi.org/10.17509/jap.v13i1.6384
Herawati, Putri Dewi Sinta, Siti Nurhidayatul Marati, & Herlini Puspika Sari. (2025). Peran Pendidikan Islam Dalam Membangun Karakter Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi. Jurnal IHSAN Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 370–380. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i2.987
Hurlock, Elizabeth Bergner. (1980). Elizabeth_Hurlock_Psikologi_Perkembangan.pdf (p. 447).
Ilhami, A., Budiman, B., & Alfia Purwadari, D. (2024). Kontribusi Lingkungan Belajar terhadap Motivasi Belajar pada Peserta Didik di Sekolah. Jurnal Global Ilmiah, 1(8), 489–495. https://doi.org/10.55324/jgi.v1i8.76
Juran, J. M. (1986). Quality Trilogy. Quality Progress, 19(8), 19–24. https://doi.org/10.4135/9781483346366.n176
Maryono, Lina Herlina, Zaenol Fajri, Dwi Sloria Suharti, & Achmad Munib. (1985). Teori Teori Dalam Pendidikan (Vol. 17).
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2007).
Mills, J. A., Middleton, J. W., Schafer, A., Fitzpatrick, S., Short, S., & Cieza, A. (2020). Proposing a re-conceptualisation of competency framework terminology for health: A scoping review. Human Resources for Health, 18(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s12960-019-0443-8
Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. In Gema Keadilan (Vol. 5, Number 1). https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580
Nugraha, A., & Deta, U. A. (2023). Profil Pemanfaatan Kearifan Lokal dalam Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah: Studi Observasional. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(2), 51–55. https://doi.org/10.58706/jipp.v1n2.p51-55
Pamungkas, A., Subali, B., & Linuwih, S. (2017). Implementasi model pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3(2), 118. https://doi.org/10.21831/jipi.v3i2.14562
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia No 21 Tahun 2025 (2025).
Qudsiyyati, D. H., Pendidikan, J., Anak, I., Dini, U., Islam, U., Maulana, N., & Ibrahim, M. (2021). Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Kinerja Guru Tk / Ra Di Se-Kecamatan Cikedung Indramayu Jawa. Jurnal Penelitian Anak Usia Dini, 1(2), 67–77.
Rosyada, A., Harapan, E., & Rohana, R. (2021). Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Kualitas Pembelajaran Sekolah Menengah Atas di Kota Sekayu, Sumatera Selatan. Jurnal Manajemen Pendidikan: Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan, 3(1), 31–42. https://doi.org/10.21831/jump.v3i1.38295
Siska, F., Melia, Y., Junaidi, S., Irwan, I., Sulkasi, N., & Nawalinsi, N. (2025). Instructional Design and Digital Platforms in the Development of Local Wisdom-Based Social Studies Learning Materials: A Systematic Review. International Journal of Social Learning (IJSL), 6(1), 31–46. https://doi.org/10.47134/ijsl.v6i1.543
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Sutarman, A., Wardipa, I. G. P., & Mahri, M. (2019). Penguatan Peran Guru di Era Digital Melalui Program Pembelajaran Inspiratif. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), 229. https://doi.org/10.32678/tarbawi.v5i02.2097
Tiezzi, E., Marchettini, N., & Rosini, M. (2003). Extending the environmental wisdom beyond the local scenario: Eco-clynamic analysis and the learning community. Advances in Ecological Sciences, 18, 349–356.
Yusuf, S. M., & Kamariah, S. (2024). Integrasi Ilmu Kependidikan dengan Nilai Kearifan Lokal : Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Relevansi Pendidikan. 2, 200–206.
