STRATEGI GURU IPS DALAM MENUMBUHKAN MODAL SOSIAL (SOCIAL CAPITAL) SISWA DI SMP NEGERI 1 TIKUNG LAMONGAN
Abstract
Social capital has an important role in building interactions and relationship in society. In the educational context, this research highlights the strategies of social studies teachers at SMP Negeri 1 Tikung Lamongan in growing students social capital. The motivating factors found involve understanding religion, encreasing empathy for underprivileged students, and creating a social feeling in the school environment. Social studies teachers use various social capital roles, such us building trust through parental involvement, forming networks through mentoring and community events, and increasing cooperation through team building and collaborative projects. Even though this strategy is effective, there are several obstacles, such us students background, limited funds, lack of student awareness of social activities, and lack of parental attention in home. In order to increase students social capital, further efforts are needed to strengthen students awareness, actively involve parents, and overcome funding limitations. Thus, this research provides an in-depth look at how a strategic approach can be applied in an educational context to build students social capital and create an inclusive and empowering school environment.
ABSTRAK
Modal sosial memiliki peran penting dalam membangun interaksi dan hubungan dalam masyarakat. Dalam konteks pendidikan, penelitian ini menyoroti strategi guru IPS di SMP Negeri 1 Tikung Lamongan dalam menumbuhkan modal sosial siswa. Faktor-faktor pendorong yang ditemukan melibatkan pemahaman agama, peningkatan empati terhadap siswa yang kurang mampu, dan menciptakan rasa sosial di lingkungan sosial, seperti membangun kepercayaan melalui keterlibatan orang tua, membentuk jaringan melalui mentoring dan pendampingan, dan meningkatkan kerja sama melalui pembentukan tim dan proyek kolaboratif. Meskipun strategi ini efektif, terdapat beberapa hambatan, seperti latar belakang siswa, keterbatasan dana, minimnya kesadaran siswa terhadap kegiatan sosial, dan kurangnya perhatian orang tua di rumah. Dalam rangka menumbuhkan modal sosial siswa, diperlukan upaya lebih lanjut untuk memperkuat kesadaran siswa, melibatkan orang tua secara aktif, dan mengatasi keterbatasan dana. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana pendekatan strategis dapat diterapkan dalam konteks pendidikan untuk membangun modal sosial siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif serta berdaya.
Downloads
References
Dimyati, & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djaramah, S. B., & Zain, A. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Field, J. (2010). Modal Sosial. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Fukuyama, F. (2002). Trust: Kebajikan Sosial dan Pencipta Kemakmuran. Yogyakarta: Qalam.
Putnam, R. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon and Shuster Paperbacks.
Richardson, J. (1986). Handbook of Theory and Research for Sociology of Education. New York: Greenwood Press.
Rohani, A., & Ahmad, A. (1991). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Rusydi, S. (2003). Modal Sosial: Konsep dan Aplikasi. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 5(1), 1–22.
Silver, H. F. (2012). Strategi-strategi Pengajaran. Jakarta: PT. Indeks Permata Puri Media.
Tarigan, H. G. (1993). Strategi Pengajaran dan Pembelajaran. Bandung: Angkasa.











