TAQLID, ITTIBA’, TALFIQ, DAN IJTIHAD DALAM PENGAMBILAN HUKUM ISLAM: Studi Kasus Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia

  • Muhammad Fayiz Ardyansyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Moh Fatih Al Fikri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Lilik Iski Kaminah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • M Imamul Muttaqin Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: taqlid, ittiba', talfiq, ijtihad, hukum Islam, Penentuan awal Ramadhan

Abstract

This research aims to explore more deeply the function of taqlid, ittiba', talfiq, and ijtihad in the adoption of Islamic law with a focus on a case study of determining the start of Ramadan in Indonesia. Taqlid, ittiba', talfiq, and ijtihad are both methods used in taking legal action against a new event or problem that arises in society and requires a solution to the problem. Of course, the three things above are a person's choice to carry out legal istinbath. However, among these three things, there are those that are good and appropriate to use and there are those that should not be used. This research shows that the combination of these four approaches influences decisions about the start of Ramadan in Indonesia, where a deep understanding of each method can help Muslims in observing fasting appropriately. Therefore, this research uses a qualitative approach with case studies and literature analysis to find out the position and function of taqlid, ittiba', talfiq, and ijtihad in determining the start of Ramadan.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam fungsi taqlid, ittiba’, talfiq, dan ijtihad dalam pengambilan hukum Islam dengan fokus pada studi kasus penetapan awal Ramadhan di Indonesia. Taqlid, ittiba’, talfiq, dan ijtihad sama-sama merupakan metode yang digunakan dalam mengambil hukum terhadap suatu peristiwa atau masalah baru yang muncul di masyarakat dan memerlukan solusi dari masalah tersebut. Tentu ketiga hal di atas menjadi pilihan sesorang untuk melakukan istinbath hukum. Namun di antara ketiga hal tersebut ada yang baik dan tepat digunakan serta ada yang sebaiknya tidak digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dari empat pendekatan ini mempengaruhi keputusan tentang awal Ramadan di Indonesia, di mana pemahaman yang mendalam tentang setiap metode dapat membantu umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan tepat. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis literatur untuk mengetahui bagaimana posisi dan fungsi dari taqlid, ittiba’, talfiq, dan ijtihad dalam penentuan awal Ramadhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akmal, Andi Muhammad. “KAIDAH FIKIH LȂMASȂGA LI AL IJTIHȂD FȊMAURID AL NAS:HAKIKAT TEORI IJTIHAD DAN APLIKASINYA.” Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 6, no. 2 (2020): 192–205. https://doi.org/10.59638/ash.v6i2.295.

Alfa Syahriar dan Ahmad Fauzan Mubarok. “Analisis Kritis Implementasi Taqlid Dalam Beragama Dalam Tinjauan Ushul Fiqh Empat Mazhab Dan Pengaruhnya Terhadap Nilai-Nilai Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” Yudisia 9, no. 1 (2018): 106.

Awwaluz Zikri. “Taqlid Dan Talfiq Dalam Hukum Islam: Sebuah Pengantar Dalam Tinjauan Maqashidasy Syariah.” Al-Muamalat Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 3, no. 1 (2018): 1–17.

Farizi, Mudrik Al. “Ijtihad, Taqlid, Dan Talfiq.” Al-Mabsut; Jurnal Studi Islam Dan Sosial 8, no. 2 (2014): 6.

———. “Ijtihad, Taqlid, Dan Talfiq.” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial 8, no. 2 (2014): 313–25.

Hanany Naseh, Ahmad. “Ijtihad Dalam Hukum Islam.” Jurnal An-Nur 4, no. 2 (2012): 248–59.

Has, Abd Wafi. “Ijtihad Sebagai Alat Pemecahan Masalah Umat Islam.” Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman 8, no. 1 (2013). https://doi.org/10.21274/epis.2013.8.1.89-112.

Istianah, Lisa. “Penentuan Awal Puasa Ramadhan Dalam Perspektif Hadis.” Jurnal Riset Agama 1, no. 1 (2021): 167–76. https://doi.org/10.15575/jra.v1i1.14365.

Jauharotun Nafisah, Fira Ma’unatu Aziza, Frisha Putri Mardhayani, Dan, and M. Imamul Muttaqin. “IMPLEMENTASI ITTIBA’ DALAM USHUL FIQH.” Relinesia: Jurnal Kajian Agama Dan Multikulturalisme Indonesia 3, no. 4 (2024): 51–56.

Khasanah,Nur. Hamzani, A. Havis, A. “Taqlid Dan Talfiq Dalam Konsepsi Hukum Islam (Taqlid and Talfiq in the Conception of Islamic Law).” Journal Of Islamic Law 3, no. 2 (2016): 168.

Maulana, R. “Peran Ijtihad Dalam Pembaruan Hukum Islam: Studi Kasus Pengambilan Keputusan Di Indonesia.” Journal of Islamic Law Review 21, no. 1 (2017): 75–88.

Maya, Rahendra. “Konsep Al-Ittiba’ Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis.” Al-Tadabur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 1, no. 1 (2017): 10–37.

Mujalli, Ahmad. “Diskursus Talfiq: Antara Mudah Dan Mengambil Yang Mudah-Mudah Studi Analisis Talfiq Dalam Pengamalan Hukum Islam.” Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam 6, no. 1 (2015): 324.

Rokhmadi, Rokhmadi. “Rekonstruksi Ijtihad Dalam Ilmu Ushul Al-Fiqh.” Al-Ahkam 22, no. 2 (2012): 161. https://doi.org/10.21580/ahkam.2012.22.2.9.

Shah, Faisal Yahya Yacob, and Faisal Ahmad. “METODE PENENTUAN AWAL RAMADHAN DAN HARI RAYA MENURUT ULAMA DAYAH ACEH.” Jurnal Ilmiah ISLAM FUTURA 16, no. 1 (2016): 9–31.

PlumX Metrics

Published
2025-03-05
How to Cite
Ardyansyah, M., Al Fikri, M., Kaminah, L., & Muttaqin, M. (2025). TAQLID, ITTIBA’, TALFIQ, DAN IJTIHAD DALAM PENGAMBILAN HUKUM ISLAM: Studi Kasus Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia. Muta’allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 1-11. https://doi.org/10.18860/mjpai.v4i1.11204