Identifikasi Praktik Maysir Pada Perolehan Lazrewards Di Lazada Perspektif Kitab Al Halal Wa Al-Haram Fi Al-Islam

  • Durrotun Ni'mah Universitas Trunojoyo Madura
Keywords: Al-Ḥalāl Wa Al-Ḥarām Fī Al-Islām; E-commerce; LazRewards; Maysir.

Abstract

Berkembangnya teknologi dan munculnya perdagangan online seperti Lazada, kemudahan akses pasar dan fitur promosi yang ditawarkan sangat menguntungkan, namun terdapat risiko yang tinggi pada beberapa fitur, seperti LazRewards, yang dapat mengandung unsur penipuan yang mendekati praktik maysir. Penelitian ini fokus pada analisis dan praktik pengenalan maysir dalam perolehan LazRewards melalui perspektif kitab Al-Ḥalāl Wa Al-Ḥarām Fī Al-Islām oleh Syekh Muhammad Yūsuf Qarḍāwī, guna memahami serta menganalisis dampak dan menguasai fitur ini dalam konteks e-commerce. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan metode analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat cara untuk mendapatkan saldo LazRewards di Lazada, yaitu bisa dengan cara memainkan permainan, menonton video pendek, memberikan ulasan produk atau menyelesaikan misi pemesanan produk. Analisis perolehan LazRewads menggunakan kitab Al-Ḥalāl Wa Al-Ḥarām Fī Al-Islām karangan Syekh Muhammad Yūsuf Qarḍāwī menunjukkan bahwa sistem dan mekanisme perolehan tidak mengandung unsur maysir (perjudian). Pemberian rewards didasarkan pada aktivitas nyata pengguna tanpa adanya ketidakpastian akan keuntungan, potensi kerugian dan taruhan. Oleh karena itu, perolehan LazRewads dianggap halal dan sesuai prinsip syariah menurut kitab karangan Syekh Muhammad Yūsuf Qarḍāwī tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2025-12-10