Krisis kepercayaan di lembaga Pesantren
Analisis kasus kekerasan seksual oleh pengasuh dan upaya
Keywords:
Pesantren, sexual violence, power relations, institutional supervision, public trustAbstract
Islamic boarding schools (pesantren) play an important role in shaping the moral and spiritual character of young generations in Indonesia. However, in recent years several cases of sexual violence within pesantren have raised public concern and triggered a crisis of trust toward religious educational institutions. This study aims to analyze the factors causing sexual violence in pesantren, its impact on public trust, and the preventive efforts that can be implemented. This research uses a descriptive qualitative approach through a literature study by reviewing relevant academic journals, books, and scientific documents published in recent years. The findings indicate that sexual violence in pesantren is influenced by several main factors, including unequal power relations between caregivers and students, weak institutional supervision systems, and a culture of institutional secrecy that discourages reporting. This phenomenon not only causes psychological trauma for victims but also undermines public trust in pesantren as educational institutions. Therefore, comprehensive prevention efforts are needed through education on sexual violence awareness, institutional governance reform, strengthened supervision systems, and collaboration with external institutions to create a safer and more transparent educational environment for students.
Downloads
References
Amar, M. F. (2024). Strategi Lembaga Pendidikan Dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat. An-Najmu:Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 11.
Anam, F. K., Ikhsan, M. A., Hanafi, Y., & Fauzi, M. F. (2024). Strategi Mitigasi Kekerasan Seksual pada Santri: Studi Penerapan Religious Literacy (RL) di Pondok Pesantren Darul Faqih. Jurnal Gramaswara, 4(3), 251–261.
Ashfiya, S. (2023). Upaya Perlindungan Hukum Santri Korban Kekerasan Seksual Oleh Women’s Crisis Center (WCC) Yayasan Harmony Jombang Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Jasser Auda. E-Thesis UIN Malang. http://repository.uin-malang.ac.id/22858/
Ashif Fuadi, M., Mega Alif Marintan, Qisthi Faradina Ilma Mahanani, & Muhammad Aslambik. (2023). Menyoal Ketimpangan Relasi Kuasa dan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren: Sebuah Tinjauan Kritis. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 22(2), 148–160. https://doi.org/10.14421/musawa.2023.222.148-160
Az-Zahra, A. A. (2024). Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi. La Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 16(2).
Azami, T. (2024). Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Anak dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang. Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(3), 291–296.
Farisi, Y. Al, & Ratnawati, R. (2022). Tipologi budaya organisasi lembaga pendidikan pesantren (karakteristik dan transformasi). Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 10(1), 80–97.
Febriani, D., & Riski Nurarifah, D. (2023). Urgency and Internal Control Practices in Islamic Boarding Schools in Indonesia: Principal and Accountant Perspectives. Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah, 5(2), 107–122. https://doi.org/10.54471/muhasabatuna.v5i2.2700
Hasan, M. Z., & Barizi, A. (2024). Kepemimpinan Kyai dalam Membentuk Keadaban Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 15(2), 243–252. https://repository.uin-malang.ac.id/19904/
Hidayatussaliki, H., Alfian, R., & Ma’sum, A. (2023). Pemasaran Jasa Pendidikan Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Di Perguruan Tinggi Islam. Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 69–81.
Kusuma, S., Amnesti, W., Asih, A., Ilmiah, N., Latifa, D. T., & Qurota, Z. (2025). Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Edukasi Berbasis Audiovisual di MTs Al Maarif 02 Singosari Malang UIN Malang menggelar kegiatan Sosialisasi dengan tema “ Gen Z Nir Kekerasan Seksual ” di MTs Almaarif 02 Singosari . Program ini diharapkan dapat menged. Kadarkum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 33–44. https://repository.uin-malang.ac.id/23906/
Ma’arif, S., & Syafi’i, I. (2024). Menjaga Eksistensi Pendidikan Islam Melalui Budaya Literasi: Studi Kasus Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang. Journal of Islamic Studies and Humanities, 9(2), 203–225. https://doi.org/10.21580/jish.v9i2.23034
Maimun, A., & Fattah, A. (2024). Pondok Pesantren, Kitab Kuning, dan Relasi Sosial. In Pondok Pesantren, Kitab Kuning, Dan Relasi Sosial (p. 7). Rumpun Dua Belas. http://repository.uin-malang.ac.id/22858/
Muhidin, N., Aminudin, A., & Rahmah, A. Q. N. (2025). Peranan Pondok Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional. JIEP: Journal of Islamic Education Papua, 2(2), 82–94.
Novianti, N. P., Delikia Jifani, R., Ramadhani, H., Abbadi, M., & Ghozi, A. (2024). Normativitas dan historitas Islam dalam pendidikan pesantren: Menjaga tradisi di era modern. MaliMaliki Interdisciplinary Journal (MIJ) EISSNMaliki Interdisciplinary Journal (MIJ) EISSN, 2(11), 1396–1405. http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index
Rahayu, L. S. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren. Jurnal Riset Ilmu Hukum (JRIH), 3(2), 75–80.
Sa’dyah, H. (2025). Strategi Transformatif Nawaning Nusantara dalam Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren. Jurnal Tinta, 7(2), 333–340.
Samsul Bahri, & Mansari. (2021). Model Pengawasan Anak Dalam Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Di Lingkungan Pesantren. Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 6(2), 108–109. https://doi.org/10.32505/legalite.v6i2.3518
Shani, R. (2026). Oknum Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Lecehkan Santri Pakai Modus Kisah Nabi. Metro Tv.
Suryani, P. A. (2024). Pemkab Magelang Dampingi Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Magelang. PPID Pembkad Magelang. https://ppid.magelangkab.go.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ftrotul Mutiara Sukma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
